Gundahan Hati ...
Laut, bolehkah aku berteriak dan mengeluarkan seluruh gumaman tajam didalam hatiku? Dihadapanmu. Ya, dihadapanmu. Kau tau kenapa? Karnya hanya ditempat itulah aku dapat berteriak sepuasku sampai emosi yg terpendam pada diriku hilang bersama suara keras yg aku keluarkan. Dan hanya ditempat itulah yg jauh dari jangkauan manusia karna hanya hanya kau dan Allah yg tau.
Langit, bolehkah aku menadahkan wajahku, mengangkat wajahku untuk menatap lurus keatas dan melihat damainya warna birumu. Kau tau kenapa?, karna aku aku ingin menahan air mataku. Menyembunyikannya dihadapan manusia. Aku ingin menyembunyikannya dengan menatapmu dan tersenyum penuh ketegaran. Menyadari untuk tak perlu belama-lama bersedih karna Allah selalu bersamaku.
Hujan, ketika diri ini tak tahan lagi menahan air mata. Bolehkah aku berdiri dibawah rintikan ait hujanmu?. Kau tau kenapa?, lagi lagi aku tak ingin manusia mengetahui tangis kesedihanku. Samarkan air mata ini dengan tetesan air hujanmu. Samarkan pula suara tangisanku dengan suara gemuruhmu.
-Alvi Aqeel-
24 januari 2016/21.10
Langit, bolehkah aku menadahkan wajahku, mengangkat wajahku untuk menatap lurus keatas dan melihat damainya warna birumu. Kau tau kenapa?, karna aku aku ingin menahan air mataku. Menyembunyikannya dihadapan manusia. Aku ingin menyembunyikannya dengan menatapmu dan tersenyum penuh ketegaran. Menyadari untuk tak perlu belama-lama bersedih karna Allah selalu bersamaku.
Hujan, ketika diri ini tak tahan lagi menahan air mata. Bolehkah aku berdiri dibawah rintikan ait hujanmu?. Kau tau kenapa?, lagi lagi aku tak ingin manusia mengetahui tangis kesedihanku. Samarkan air mata ini dengan tetesan air hujanmu. Samarkan pula suara tangisanku dengan suara gemuruhmu.
-Alvi Aqeel-
24 januari 2016/21.10


Komentar
Posting Komentar