ISLAM Berbicara Remaja


ISLAM Berbicara  Remaja


           aturan yang hidup serba bebas yang usung liberalisme memang tidak layak untuk dipakai remaja muslim. Ketika kehidupan remaja begitu bebasnya, maka bisa jadi kita akan sulit membedakan mana manusia mana hewan. Tapi.. seperti itulah yang terjadi ketika para remaja bebas berbusana apapun, tak berbeda dengan hewan yang bebas tak berbusana. Ketika remaja berani pacaran bahkan melakukan seks bebas di tempat umum, maka hal itu sama dengan hewan yang tak pernah malu melakukan  perkawinan dimana pun ia bertemu dengan pasangannya.
Karenanya, kalau tidak mau disamakan dengan makhluk Allah yang bernama hewan, berarti harus dan mau terikat dengan aturan Allah SWT,  apalagi memahami diri sebagai hamba Allah SWT yang tak mungkin dapat hidup selamat dan bahagia tanpa izin Allah SWT. Hidup ini Cuma sekali, masa remaja juga Cuma sekali, dan kesempatan yang Cuma sekali. Jangan menghabiskan waktu yang sekali ini untuk perbuatan maksiat kepada Allah dapat menghancurkan masa depan belum lagi itu semua akan di minta pertanggung jawabkan di hadapan Allah. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW bersabda : “kedua telapak kaki seorang  anak adam di hari kiamat masih belum beranjak sebelum ditanya kepadanya mengenai lima perkara, yaitu : tentang umurnya, untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya, apa yang dilakukannya, tentang hartanya, dari mana di peroleh dan untuk apa dia belanjakan, dan tentang ilmunya, apa yang dia kerjakan dengan ilmunya itu.”
Kalau sudah begini, alasan apa yang bisa dikemukaan untuk tetap kukuh hidup dengan bebas tanpa aturan Allah SWT?. Sudah saatnya kita kubur dalam-dalam tuh kebebasan bertingkah laku supaya kembali menjadi hamba Allah yang taat dan dicintainya.  Di era kebebasan seperti zaman ini memang sulit untuk mensterilkan pemahaman kita dari virus-virus kebebasan itu lalu diganti dengan pemahaman Islam yang shohih dan menyelamatkan. Karenanya, kita mesti punya filter yang sangat-sangat kuat untuk menyaring semua itu. Filternay ya pedoman hidup. Apa pedoman hidupnya?, tentu Al-Qur’an dan Hadist. J

By: (Alvi Aqeel)

Komentar

Postingan Populer