Para Komentar
Teman, pernahkah kalian
selalu dikomentari oleh orang-orang yang ada disekeliling kalian?. Jika pernah
kebanyakan mereka para komentator itu mengomentarimu dalam hal apa?. banyak,..
banyaaaakkkk sekali, Memangnya mereka gak ada kerjaan lain selain mengomentari
hidup seseorang. Seakan-akan kita yang jalani hidup orang lain cuma modal
bicara sana-sini tanpa ngasih solusi apapun. Haduuuhh -_-
Eh, tapi tunggu dulu, jika dipikir-pikir mereka itu
sebenernya perhatian loh sama kita. Lah, kok bisa?. Ya iyalah, buktinya ngomentari
kita mulu pasti gerak gerik kita diperhatikan terus dong. Nih aku sedikit
sedikit cerita ya tentang para komentator itu mengomentariku.
Dulu aku pernah bilang sama temen aku, “pengen deh bisa
belajar masak biar nanti kalau udah nikah suami bakal betah dirumah.” Dan
kometar mereka “kebelet nikah banget sih, baru juga umur 17 tahun.” Huh
emangnya apa salahnya belajar masak untuk bekal nikah nanti, masak nunggu nikah
kurang 1 minggu baru belajar masak. Ada lagi nih yang ngomentari penampilanku
“eh, kamu kok gayanya gitu?, jilbab
gede, jubah longgar, pakek kaos kaki lagi takut item buuu?. kamu kayak ibu-ibu
kelihatan tua. agak keren dikit dong alvi pasti cantik. Kalau dandanmu kayak
gini sih wajar aja jomblo terus. Hihihi.” Digituin itu rasanyaaa……. Pengen
marah aja!, tapi apa daya aku gak punya keberanian itu. Akhirnya hanya
disenyumin dan cuma bisa nahan sambil bilang sabar sabar. Penampilanku itu
bukan ikut-ikutan sebuah fashion yang lagi trend, itu emang penampilan yang
harus dipakai muslimah. ya, aku pakek kaos kaki karna aku takut hitam dan
gosong akibat api neraka diakhirat nanti. hmmmm kayak ibu-ibu ya?, kan emang
calon ibu nantinya hehehe. Kan jomblo
sampai halal J.
Komentar seseorang itu gak selalu buruk loh contohnya aja
kometar teman aku yang ini “Alvi aku tau kamu itu anaknya ceria dan
aktif tingkat tinggi tapi jangan terlalu berlebihan. ya, yang lari-lari lah
loncat sana sini*monyet dong loncat sana sini -_-* terlebih lagi kalau kamu ketawa
Jangan terlalu keras juga yaa. Lebih kalem dikit aja pasti orang senang
liatnya, jadi sedikit lebih anggun. Jadi muslimah yang taat ya Alvi”
menurut kalian komentar itu baikkah?, baik dong menurutku. Aku jadi lebih
mengerti keburukanku. Tentunya aku semakin hati-hati dalam bersikap, untuk
orang yang selalu positive thinking selalu menjadikan komentar seseorang
kedirinya sebagai muhasabah diri. Pokoknya hiraukan komentar yang menurutmu tak
ada gunanya, balas saja mereka dengan senyum indahmu. Buktikan dengan perbuatan
baikmu. Renungkanlah komentar seseorang terhadapmu yang mampu membuat dirimu
menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Komentar
Posting Komentar